Kamis, 27 April 2017

Plus Minus Penggunaan Lantai Kayu

Untuk masyarakat Indonesia, penggunaan lantai kayu di rumah pribadi masih terbilang jarang. Entah karena mempertimbangkan iklim Indonesia yang cenderung panas sehingga menggunakan lantai marmer atau ubin terasa lebih sejuk, atau karena harga lantai kayu yang bisa dibilang tidak murah dan harganya masih di atas lantai marmer atau ubin.

Namun masih banyak pula yang tidak menyadari bahwa ada unsur kesehatan dalam penggunaan lantai kayu di rumah. Untuk kelebihan penggunaan lantai kayu, bisa dicek di sini. Lantai kayu tidak hanya memperindah rumah dan menambah unsur estetika, menggunakan lantai kayu di rumah juga bisa menjaga kesehatan kita.

Lantai kayu atau parket dibagi menjadi 2 jenis, lantai kayu solid dan sintetis atau yang biasa disebut laminate. Ada pun yang terbuat dari vinyl atau karet. Dan masing-masing memiliki nilai plus dan minusnya.

Contoh lantai kayu solid (Parket Jati)
Meskipun baik untuk kesehatan, nyaman saat diinjak, serta mempercantik penampilan rumah, ada pula kekurangan dalam penggunaan lantai kayu. Selain rawan terhadap kelembapan, lantai kayu juga memiliki resiko lebih besar dalam pemuaian dan rayap. Perubahan suhu yang bisa saja mendadak drastis dari siang hari yang panas ke malam yang dingin, membuat lantai kayu bisa saja memuai dan bahkan menggelembung, sehingga membuat permukaan lantai menjadi tidak rata. Berjalan di lantai tidak rata itu tidak nyaman, bukan?

Selain itu, merawat lantai kayu juga lebih membutuhkan perhatian yang khusus. Menyapu di atas lantai kayu disarankan untuk menggunakan sapu yang terbuat dari kain atau bulu, sehingga tidak menggores coating dari lantai kayu tersebut. Begitu juga saat mengepel, sudah banyak produk obat pel yang dikhususkan untuk lantai kayu. Dan perlu diingat, saat mengepel lantai kayu, hindari penggunaan air yang berlebihan. Cukup dengan pel yang lembab dan sudah diperas secara maksimal. Hal ini diutamakan agar tidak ada air yang merembes masuk ke dalam pori-pori kayu dan menyebabkan lantai kayu menjadi lembab. Lantai kayu yang lembab memang tidak akan memberikan efek secara langsung pada penampilan, namun lama kelamaan akan mengundang rayap untuk datang dan menggerogoti lantai kayu kita, sehingga lantai kayu menjadi keropos dan tidak sekuat yang kita inginkan.

Menggunakan lantai kayu di rumah memang masih belum seterkenal menggunakan lantai marmer atau ubin, belum lagi banyaknya perawatan serta biaya yang mungkin bisa dikeluarkan untuk lantai kayu tersebut. Tapi dari segi kesehatan dan keindahan, lantai kayu masih belum bisa ditandingi oleh lantai marmer atau ubin. Buktinya di negara lain seperti Amerika dan Jepang, lantai kayu sudah jadi prioritas utama dalam membangun rumah tinggal.

Lalu sekarang mau tunggu apa lagi? Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai jenis-jenis lantai kayu, harga, serta pemasangannya!

Rajawali Parquet Cab. Bali
Jl. Imam Bonjol no. 382C
Denpasar Barat
(0361) 471 7994

- AS

0 komentar:

Posting Komentar